close -->
close
0

Oleh : Ust. Yusuf Mansyur

Assalaamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.


Cara gampang cari jodoh terbaik adalah metode agar Allah azza wajalla berkenan membuka Rahasia Jodoh Terbaik & Menghadirkannya.
>>> Anjuran penggunaan :

Sucikan diri (wudhu), sholat sunah 2 rakaat, berdoa, siapkan Al Quran selanjutnya ikuti langkah awal menuju solusi.


Urutan yang harus dilakukan :
Merubah pemahaman untuk merubah pola pikir lalu mencari penyebab hambatan untuk merubah pola ikhtiar. Pemahaman itu adalah :
1. Belum adanya jodoh bisa disebabkan oleh hubungan kita dengan Allah, keluarga, lingkungan, teman bahkan diri kita sendiri.
2. Pahami & Yakinlah bahwa kelahiran, rejeki, jodoh & kematian adalah rahasia Allah.
QS 31:34 : Sesungguhnya Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dialah yang menurunkan hujan & mengetahui apa yang ada didalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dibumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Dari pemahaman 1 & 2 jelaslah SEGERA RUBAH POLA PIKIR ANDA DALAM MENCARI JODOH!

Perbaiki dulu Hubungan dengan Allah baru berikhtiar mencari hubungan perjodohan. Selanjutnya adalah cara memeriksa hubungan dengan Allah yang terdiri dari hubungan dengan Allah, Orang tua & sesama, periksalah! Apa kita pernah percaya dengan ramalan, datang ke orang pinter, percaya kekuatan selain Allah?

HATI2 SAUDARAKU!

Dengan berbuat syirik dalam perjodohan bikin anda malah tertipu & menderita seumur hidup, bisa jadi anda dijauhkan dari yang semestinya jodoh terbaik atau bahkan tidak menemukannya sama sekali.

QS 31:33 : Janganlah sekali-kali kamu diperdayakan dunia & diperdayakan para penipu yang mengatasnamakan Allah, bisa juga anda mendapat jodoh namun yang malah membuat hidup anda tidak tentram & tidak berkah sebab akan berlaku hukum keseimbangan Allah dalam perjodohan.

QS 24:3&26 :….musyrik laki2 berjodoh dengan musyrik perempuan, laki2 yang berperilaku buruk dengan perempuan yang berperilaku buruk juga.
Bukankah anda menginginkan jodoh sebagaimana disebutkan dalam QS 30:21 : … salah satu tanda kekuasaan-Mu adalah menjadikan pasangan hidup dari jenis kami, yaitu manusia. Yang demikian adalah agar kami cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya diantara kami rasa kasih dan sayang.

PERIKSALAH WAHAI SUADARAKU!
Apakah sholat kita sudah berkualitas?
Inginnya sih jodoh Allah hadirkan tepat waktu tidak telat2 tapi saat Allah memanggil untuk sholat eh malah ditelat2in, telat juga deh tuh jodoh. QS 107:4-5 : Maka kecelakaanlah bagi orang2 yang shalat (yaitu) orang2 yang lalai dari shalatnya.

JUJURLAH WAHAI SAUDARAKU!

Apakah anda pernah melakukan hubungan yang melampui batas atau bahkan berzina?
QS. 25:68-69 : Barangsiapa yang melakukan yang demikian niscaya dia mendapat pembalasan berlipat sejak di dunia…salah satunya jdoh yang tak kunjung hadir.

PERIKSA HUBUNGAN KITA DENGAN ORANG TUA,

adakah anda pernah menyakiti atau mengkasari mereka karena perbuatan tersebut termasuk doa besar yang menjauhkan rahmat Allah (termasuk jodoh).
QS. 17:23
: Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

PERIKSA HUBUNGAN SILATURAHIM.
Putus silaturahim berakibat putusnya rahmat (salah satu bentuknya jodoh).

QS.49:10 :….sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara. Karena itu peliharalah persaudaraan dan peliharalah diri anda dihadapan Allah supaya kamu mendapat rahmat.

PERIKSA DALAM HUBUNGAN SEBELUMNYA

(misal : mantan2) apakah ada yang sampai tersakiti atau terzalimi. Hindari doa orang yang teraniaya/terzalimi, karena doanya pasti dikabulkan (kalo dia doakan ga dapat jodoh bagaimana?).

APAKAH ANDA PERNAH BERGUNJING YANG MENGARAH MENGADU DOMBA,

yang menyebabkan putusnya tali silaturahim?

QS 49:12 : Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan kecurigaan, karena sebagian dari kecurigaan itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya.

Bila anda pernah melakukan 1 saja dari hal diatas,
SEGERALAH lakukan langkah lanjutan untuk MEMPERBAIKI HUBUNGAN DENGAN ALLAH.

LANGKAH 1 : MOHON AMPUN ATAS KESALAHAN & KEBURUKAN,
dasar ayat QS.66:8 : Hai orang2 yang beriman Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah2an Allah akan menutup kesalahan2 kamu. Untuk tahap awal dan sekaligus riyadhah (membiasakan), ucapkanlah KALIMAT ISTIGHFAR (ASTAGHFIRULLAH)minimal 70-100 sehari semalam dasar al hadits : Barangsiapa yang biasa beristighfar Allah akan carikan jalan Keluar Bagi Kesulitannya, kelapangan bagi kesempitannya & memberi rizki dari arah yang tidak terduga.

INGET JODOH JUGA RIZKI loh.

QS 71:10-12 : Maka Aku katakan kepada mereka Mohon Ampunlah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak2mu dan mengadakan untukmu kebun2 dan mengadakan pula didalamnya untukmu sungai2.

LANGKAH 2 : TINGKATKAN IBADAH, PERBAIKI IBADAH.
Sekali lagi yakinkan diri akan kuasa Allah. Insya Allah ada saja jalan bagi kita termasuk JALAN HADIRNYA PASANGAN HIDUP KITA-dasar ayat QS 65:3-4 : Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Cobalah melakukan hal2 berikut ini :

- PERBAIKI / LAZIMKAN WUDHU,
- BIASAKAN SHOLAT AWAL WAKTU DAN SHOLAT BERJAMAAH,
- BERDOA / BERDZIKIR SELEPAS SHOLAT,
- PELIHARA SHOLAT SUNAH SEBELUM & SESUDAH SHOLAT FARDHU KECUALI SETELAH SHOLAT SHUBUH DAN ASHAR,
- BIASAKAN SHOLAT MALAM : TAHAJUD,HAJAT,ISTIKHOROH, TAUBAT, TASBIH, WITIR.
Lakukanlah semampu anda,dasar ayat QS 22:77 : Hai orang2 yang beriman, ruku dan sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuat kebaikan supaya kamu mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat.

LANGKAH 3 : PASRAHKAN KEPADA ALLAH,
minta hanya kepada Allah-dasar ayat QS 65:3 : Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya.

LANGKAH 4 : LURUSKAN NIAT.
Percayalah luruskan niat, sucikan hati bahwa anda menikah karena ingin mengikuti sunah rasul dan mengharap ridho Allah (al hadits) Pernikahan itu menyempurnakan separuh dari agama.

LANGKAH 5 HILANGKAN EGO.
Target/pilah pilih boleh2 aja sih, tapi yang wajar sajalah serahkan pilihan yang terbaik hanya pada Allah melalui shalat istikhoroh dan musyawarah dengan keluarga,
dasar ayat QS 2:221 : Dan janganlah kamu menikahkan orang2 musyrik, sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu, mereka mengajak keneraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya dan menerangkan ayat2-Nya (perintah2-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

LANGKAH 6 : PERBANYAK SILATURAHIM,
terutama kepada orang2 yang pernah anda sakiti & minta ridho orang tua. Barangsiapa yang ingin diluaskan rejekinya temasuk jodoh, sambunglah tali silaturahim dasar al hadits untuk Ridho orangtua Raihlah cinta orangtua supaya Allah menghadirkan cinta buat anda.

LANGKAH 7 : MENUTUP AURAT,
supaya anda tidak sesat (menjauh dari jodoh anda) dasar ayat QS 20:121 : Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat2nya dan mulailah keduanya menutupnya dengan daun2 (yang ada di)surga dan durhakalah adam kepada Tuhan dan Sesatlah ia.


♥ RAHASIA JODOH TERBAIK
Jodoh itu tergantung pada diri kita sendiri, bila kita berperilaku baik, maka jodoh kitapun baik, jika perilaku kita buruk, maka jangan dipersalahkan jika jodoh kitapun berperilaku buruk. Wanita yang keji adalah untuk pria yang keji dan pria yang keji adalah buat wanita yang keji pula dan wanita yang baik adalah untuk pria yang baik dan sebaliknya. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

LANGKAH ISTIMEWA : MENOLONG YANG SEDANG KESUSAHAN
misal bantulah saudara/kawan yang mau menikah tapi kekurangan/kesulitan dasar Al Hadits : wawloohu fii awnii abdi ma kanal abdu fii awni akhiihi, Allah selalu berkenan membantu hamba-Nya selama hambaNya berkenan membantu saudaranya.

SYARAT LANGKAH ISTIMEWA : LAKUKAN DENGAN IKHLAS DAN JANGAN HAPUS DENGAN DOSA2,
hai orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebut dan menyakiti perasaan si penerima.


*** Doa bagi laki2 yang berharap jodoh :
ROBBI HABLII MIILANDUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOIHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH,

artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.



*** Doa bagi wanita yang berharap jodoh :
ROBBI HABLII MIN LADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.



Doa tambahan : HASBUNAWLOOH WANI-MAL WAKIIL NI’MAL MAWLA WANI’MAN NASHIIR,
dasar ayat QS 9:129 : Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah : Cukuplah Allah bagiku tidak ada Tuhan selain DIA. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.


Doa untuk dapat jodoh dari hadits :
ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ALAYYA MIN KHOZAA INI ROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIN,

artinya : Ya Allah bukakanlah bagiku hikmamu dan limpahkanlah padaku keberkahanMu, wahai Pengasih dan Penyayaang.


LANGKAH ISTIMEWA, puasa sunnah, coba mulai sekarang sampai 40 hari kedepan. Barangsiapa yang membiasakan puasa doanya cepat terkabul.


DOA TAMBAHAN2 :
ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAJINAA WADZURRIYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA

QS ; 25:74 : Dan orang2 yang berkata : Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.

Wassalaamu’alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh.


Dikirim pada 08 Agustus 2011 di Taujih Ruhiyah

NIKMAT IMAN DAN ISLAM

Pertemuan 2

———————————————————————————-
Persaksian manusia di alam ruh
Bayi lahir dalam keadaan fithrah
Nikmat iman & Islam adalah nikmat terbesar ————————————————————————————

Assalamu�alaikum Wr. Wb!!
Adik-adik sekalian yang kakak cintai karena Allah, Alhamdulillahi Rabbil �Alamin! Sekali lagi kita bertemu dalam majelis yang mulia ini. Majelis yang di dalamnya disebut nama Allah. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Allah akan menurunkan rahmat dan ketenangan hati bagi kita yang hadir dalam majelis tersebut. Majelis yang di dalamnya disebut nama Allah! Dan insya Allah, majelis ini adalah salah satu di antaranya.
Adik-adik, di samping itu Rasul juga bersabda bahwa malaikat-malaikat pun turut hadir menaungi majelis tersebut dengan sayap-sayap mereka. Mereka tidak terlihat oleh kita akan tetapi mereka hadir di dekat kita. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW serta kepada keluarga dan para shahabatnya.

Kesaksian Manusia di Alam Ruh

Adik-adik, mari kita simak satu ayat yang indah yang terdapat di dalam kitab Allah yaitu Al Qur�an. Allah berfirman :"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : �Alastu birobbikum?� ("Bukankah Aku ini Tuhanmu?") Mereka menjawab: �Balaa syahidnaa!� (Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi"). (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan : �Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)�." (QS 7 Al A�raf : 172)
Adik-adik sekalian, dalam surat tersebut Allah berfirman bahwa semua manusia – termasuk saya dan adik-adik semua, pernah dibariskan berjajar di hadapan Allah �Azza wa Jalla. Saat itu Allah pernah bertanya kepada kita: "Alastu birobbikum?" Bukankan Aku ini Rabb kalian, … Tuhan kalian? Serta merta saat itu kita menjawab : "Balaa syahidnaa!". Betul, kami menjadi saksi (bahwa Engkau Tuhan kami)!!
Nah, siapa di antara adik-adik yang pernah ingat kalau pernah mengalami peristiwa yang satu ini? Seorang pun di antara kita tidak ada yang ingat, ya kan! Mengapa? Karena peristiwa tersebut terjadi sebelum kita lahir dan sebelum kita ada di dalam kandungan rahim ibu kita. Yaitu di alam ruh.

Alam sebelum Manusia Lahir
Sekarang kakak mau tanya. Gimana sih rasanya waktu kita ada di dalam kandungan perut ibu kita? Ada yang ingat gimana rasanya? Seperti apa suasana di sana?Sekali lagi, nggak ada yang ingat satu pun di antara kita. Eh, tahu-tahu kita udah ada aja, ya! Lalu, dari mana adik-adik tahu kalau pernah ada di dalam rahim ibu kita? Dari ibu? Dari ayah? Dari melihat ibu yang hamil? Dari mana lagi? Kita semua dibuat lupa oleh Allah bahwa kita pernah ada dalam rahim ibu kita. Lalu setelah kita lahir, orang-orang yang ada di sekitar kita memberitahu kita tentang hal ini.Allah yang telah membuat kita lupa lalu Allah-lah yang memberitahu kita dalam kitab-Nya. Allah memberitahu kita dalam kitab-Nya tentang persaksian jiwa kita saat masih berada di alam ruh. Hal ini telah digambarkan dalam Al Qur�an surat Al A�raf ayat 172 yang tadi telah kakak bacakan. Itulah petualangan kita yang pertama!! Dan Allah juga memberitahu kita dalam kitab-Nya tentang penciptaan dan proses kelahiran kita. Dan inilah petuangan kedua kita di alam rahim. Allah berfirman :"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air (mani) yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (yaitu rahim), Sampai waktu yang ditentukan, Lalu Kami tentukan (bentuk-nya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan" (QS 77 Al Mursalat : 20 – 23)

Bayi yang Lahir Fithrah
Adik-adik sekalian, oleh sebab itulah setiap bayi yang lahir selalu dalam keadaan fithrah. Yang dimaksud fithrah di sini adalah fithrah Islam. Rasulullah SAW bersabda :"Semua bayi terlahir dalam keadaan fithrah, orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nashrani atau Majusi." (HR. Muslim). Maka, bayi mana pun itu … yang lahir ke dunia ini … adalah dalam keadaan suci! Dalam keadaan fithrah! Dalam keadaan Islam!
Bayi yang lahir dari ibu mana pun yang ada di dunia ini! Apa pun bentuk keluarganya! Sekalipun tidak jelas orang tuanya! Semuanya lahir dalam keadaan fithrah.Dalam pemahaman agama kita, tidak ada bayi lahir yang membawa dosa orang tuanya. Seberat apa pun dosa orang tuanya.Alangkah Beruntungnya KitaNah, yang membuat bayi itu setelah beranjak besar keluar dari fithrah Islamnya adalah orang tuanya!! Orang tuanya lah yang menjadikan dia tidak Islam lagi. Apakah itu Yahudi, Nashrani, Majusi, Atheis, dsb.Adik-adik, sudah sepantasnya kita yang dilahirkan dalam keluarga muslim haruslah bersyukur! Bersyukur bahwa Allah telah menjaga fithrah kita dalam Islam. Tidak semua orang bernasib sama seperti kita.Lalu, untuk adik-adik yang tidak dilahirkan dalam keluarga muslim … akan tetapi Allah telah memberi hidayah kepada adik-adik, sehingga adik-adik dapat kembali kepada fithrah Islam, … maka bersyukurlah!! Bersyukur bahwa Allah telah memberikan keislaman kepada kita.

Nikmat Terbesar
Mengapa kita sangat bersyukur? Karena nikmat iman dan nikmat Islam adalah nikmat Allah yang paling besar.Allah berfirman :"… Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagi kamu …" (QS 5 Al Ma-idah : 3)Kita bersyukur bahwa Islam adalah satu-satunya agama (dien) yang diridhai oleh Allah. Allah telah menyempurnakan dinul Islam bagi kita. Sedangkan Allah tidak menerima agama (dien) selain Islam.Allah berfirman :"Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat nanti termasuk orang-orang yang merugi" (QS 3 Ali �Imran : 85)

Kesimpulan
Apa kesimpulan dari semua ini? Pertama, kita harus bersyukur kepada Allah atas nikmat iman dan Islam yang telah Dia berikan kepada kita.Kedua, kita harus tetap menjaga keimanan dan keislaman kita yang luar biasa mahal ini agar jangan sampai lepas dari kita, … sekalipun nyawa taruhannya.Ketiga, kita senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah agar memperbarui keimanan kita dan menambah hidayah bagi kita.Inilah doa kita :"Yaa muqollibal qulub, tsabbit qolbii �ala diinika wa tho�atik." (Wahai Tuhan Yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamamu dan keta�atan padamu).Sampai di sini saja pertemuan kita. Insya Allah kita akan bertemu lagi di pertemuan selanjutnya.
Wallahu a�lam bishawab.
Wassalamu�alaikum Wr. Wb

Dikirim pada 14 Agustus 2010 di Mentoring dan Tarbiyah

Nikmat Iman & Islam 1
NIKMAT IMAN & ISLAM




Pertemuan 1
_____________________________

J Perkenalan (taaruf)
J Kisah Islamnya Salman Al Farisi
————————————————————————-

Assalamualaikum Wr. Wb!!

Adik-adik sekalian yang kakak cintai karena Allah, Alhamdulillah. Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memudahkan kita untuk bertemu di dalam majelis atau pertemuan kita yang mulia ini. Adik-adik, majelis ini insya Allah akan menjadi tempat bagi kita semua untuk saling mengingatkan akan kebesaran Allah Azza wa Jalla. Mudah-mudahan keimanan kita kepada-Nya pun menjadi semakin mantap dan yakin. Insya Allah!!



Shalawat dan salam kita tujukan kepada nabi kita Rasulullah Muhammad SAW. Juga tidak lupa kepada keluarga dan para shahabat beliau yang senantiasa menjaga dengan teguh keimanan dan keislamannya hingga akhir hayat mereka.




Kisah Salman Al Farisi

Adik-adik sekalian, ada yang pernah mendengar nama Salman Al Farisi? Ada yang bernama Salman di antara adik-adik? Atau mungkin temannya?

Yang kakak maksud di sini adalah Salman Al Farisi yang merupakan shahabat Rasulullah Muhammad SAW. Nah, coba ada yang tahu nggak, siapa lagi shahabat Rasul yang selain Salman? Coba sebutkan!




Berita Kenabian

Adik-adik, sebelum masuk Islam, Salman Al Farisi beragama Nashrani (Kristen, pen). Ia berguru kepada seorang pendeta di sebuah gereja. Pendeta tersebut sering menyampaikan kepada Salman tentang kabar akan munculnya nabi terakhir yang diutus Allah.


Dari mana sih pendeta itu tahu? Tentu saja dari kitab suci yang ia baca dan kaji, yaitu injil. Namun sayang, sekarang kita tidak akan menemukan lagi tulisan tersebut. Mengapa? Karena kitab tersebut telah diubah-ubah senaknya oleh orang-orang yang mengingkari kenabian nabi Muhammad SAW dan mengingkari sebagian dari hukum-hukum Allah. Mereka mengurang-ngurangi dan menambah-nambahi kitab mereka dengan seenaknya. Maka sudah tidak ada lagi kitab mereka yang asli hingga sekarang. Amat buruklah apa yang telah mereka lakukan.


Nah, kita kembali lagi ke Salman. Pada akhirnya, guru ngajinya Salman … eh … pendeta gurunya Salman meninggal dunia. Tapi, ia sempat berpesan pada Salman bahwa ia telah mendapat kabar munculnya nabi yang selama ini ditunggu-tunggu di jazirah Arab. Tepatnya di daerah yang di sana terdapat rumah Allah (Baitullah). Ayo, di manakah itu, adik-adik?



Pengembaraan Salman

Mulailah Salman mengembara menuju ke Mekkah. Namun sayang adik-adik, begitu tiba di Mekkah ternyata orang yang dicari Salman (yaitu Muhammad, pen) telah hijrah ke Yatsrib/Madinah. Udah mengembara jauh-jauh, eh nggak ketemu lagi!! Adik-adik, ternyata … jarak antara Mekkah ke Madinah itu seperti antara Jakarta ke Semarang!!! Subhanallah, coba ada yang tahu … berapa ratus kilometer? Padahal pada jaman itu belum ada bis atau angkot, apalagi kereta Argobromo dan pesawat terbang. Yang ada cuma onta! Sedangkan Salman tidak punya onta. Nah, apakah Salman malah jadi gondok? Lalu akhirnya menyerah? Tentu tidak …!! Salman terus melanjutkan perjalanan ke kota Madinah.



Setibanya di Madinah (fiuuh…, akhirnya!), Salman kemudian melakukan pengamatan terhadap nabi tersebut, yang ternyata bernama Muhammad. Tentu saja Salman nggak langsung percaya. Mengapa? Menurut kitab yang dibacanya, nabi tersebut memiliki dua ciri-ciri. Apakah itu? Adik-adik, … ada yang tahu? Mulailah salman bermain detektif-detektifan.




Masuk Islamnya Salman

Ciri pertama! Nabi itu tidak menerima sedekah, tetapi menerima hadiah. Salman menyaksikan bahwa suatu hari Muhammad dikirimi semangkuk besar susu kambing oleh tetangganya. Tetangga tersebut berkata bahwa ini adalah sedekah. Kemudian Muhammad memanggil orang-orang miskin yang ada di dekat rumahnya untuk minum susu itu bersama-sama. Tetapi, Muhammad tidak ikut minum!! Esoknya, ada seorang tetangga lagi yang mengirim semangkuk besar susu. Tetangga itu berkata bahwa ini adalah hadiah. Maka sekali lagi Muhammad memanggil orang-orang miskin tersebut untuk minum bersama. Kali ini, Muhammad ikut minum! Nah, ciri pertama ada pada nabi tersebut.

Ciri kedua! Nabi itu memiliki bulatan merah sebesar apel di punggungnya. Nah lho! Salman bingung! Gimana caranya bisa tahu? Padahal, Muhammad kan selalu pakai baju. Mau ngintip? Enak aja, … gengsi dong! Akhirnya pada suatu hari ada penduduk yang meninggal dunia. Muhammad memimpin acara penguburan jenazah. Saat penggalian tanah, Muhammad ikut serta menggali tanah bersama sahabatnya yang lain. Mata Salman tidak henti-hentinya melihat ke arah punggung Muhammad. Sampai akhirnya, Muhammad agak menurunkan bajunya sehingga punggungnya terlihat. Dan, Salman dengan mata yang berbinar-binar melihat adanya bulatan merah sebesar apel di punggung Muhammad!!! Mata Salman bercucuran air mata dan serta merta memeluk Rasulullah dari belakang dengan sangat gembiranya. Maka Salman pun bersyahadah di hadapan Rasulullah SAW dan disaksikan sahabat-sahabat yang lain saat itu juga. Subhanallah!! Salman sekarang masuk dalam barisan kaum muslimin.



Pelajaran Bagi Kita

Adik-adik sekalian, Salman adalah seorang hamba Allah yang dengan gigihnya mencari kebenaran. Sampai akhirnya, ia mendapatkan Islam sebagai agamanya. Ia harus berusaha mencari Islam dengan cara yang tidak mudah. Padahal, adik-adkku sekalian, agama yang ia cari adalah Islam yang merupakan agama yang kita anut saat ini. Alhamdulillah!! Kita patut bersyukur kepada Allah akan nikmat keimanan dan keislaman yang kita miliki saat ini. Padahal tidak semua orang seperti kita.


Nah adik-adik, Salman tetap memegang teguh keislamannya hingga akhir hayatnya. Ia ikut bersama Rasulullah SAW dan shahabat-shahabat yang lain dalam setiap perjuangan membela dan menegakkan agama Allah.


Adik-adik, kita pun sama. Kita akan tetap menjaga keimanan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Kita tidak akan pernah rela melepaskan keislaman kita. Karena hanya dengan bekal inilah kita dapat berjumpa dengan Allah SWT dan mendapatkan ridha-Nya berupa kenikmatan surga yang abadi.


Allah berfirman : "dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih mereka adalah penghuni surga. Mereka hidup kekal di dalamnya." (QS 2 Al Baqarah : 82)


Insya Allah bahasan kita tentang nikmat iman dan islam akan kita lanjutkan di pertemuan selanjutnya.





Wallahu alam bishawab.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Dikirim pada 14 Agustus 2010 di Mentoring dan Tarbiyah




“SMS LEBARAN LUCU”
Pgn dpt maaf dr aku? ke­tik: REGaku kirim ke Oxxx24088802. Sms yg kamu dpt langsung dr hp aku!:D becanda, met lebaran yah! Maap2 klo ada slh kata

Sebening fiber optic, setinggi tower BTS. Seluas jangkauan wimax, secepat broadband ac­cess. Mohon bandwidth maaf yang selebar-lebarnya. Minal aidin wal faidzin.

Hatiku mungkin tak sebening XL. Tak secerah MENTARI. Tuk itulah aku harapkan SIMPATImu, my FREN. Agar amalku jadi JEMPOLan n BEBASkan aku dari roaming dosa.

Reset khilaf atau restart hati?Asal jangan di-shut down. Sedikit error bisa diperbaiki, asal jangan hang. Mohon maaf lahir dan batin.

Menjelang Lebaran, sebelum sinyal hilang. Sebelum operator sibuk, sebelum SMS pending mulu. Saya mo ngucapin Met Idul Fitri, MinalAidzin Wal Faidzin Mo­hon Maaf Lahir dan Bathin

!J+!d 7np! eheJ !JeH fewe7aS. u!feq J!He7 dvvw uOHOw “batik dulu HPnya kalau mau baca Taqaballahu minna wa minkum Semoga spirit Ramadhan terus bersama kita di sebelas bulan berikutnya.

u!+vq uvp J!Hv7 Avvw uo­How u!z!vA 7vm u!z!v 7vu!w .uv> Avvw!p & sndvH!P snJvh 6h’ n7v7 vsvw Wvp uvHv7vs3> Hv7vpv vsop Bacanya dibalik ya.

Dikirim pada 18 September 2009 di Campur





Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..
Dan Syariat-Nya di alam jiwa..
Di dunia nyata, dalam segala gerak..
Di sepanjang nafas Dan langkah..
Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini..
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin
= = = = = = = = = = = = = = =
Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah Ada
Tuk khilaf yg sempat terucap
Pintu maaf selalu kuharap
Met Idul Fitri
= = = = = = = = = = = = = = =

Walaupun Hati gak sebening XL Dan secerah MENTARI.
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
Kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa
Dan Kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya
Yang selalu membuat Kita HOKI dalam mencari kartu AS
Selama Kita hidup karena Kita harus FLEXIbel
Untuk menerima semua pemberianNYA Dan menjalani
MATRIX kehidupan ini…Dan semoga amal Kita tidak ESIA-ESIA…
Mohon Maaf Lahir Bathin.
= = = = = = = = = = = = = = =
Sambutlah hari kemenangan. Kenakanlah pakaiannya yang terpintal dari benang keikhlasan, yang dijahit dengan penuh kesabaran selama bulan yang suci ramadhan nan mulia. Setangkup tangan meminta maaf berharap selapang hati menerima khilaf, berputih hati nan fitrah. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Syiamana wa Syiamakum Ja’allahu waiyyakum minal aidizn wal faidzin wal makbulin.
= = = = = = = = = = = = = = =
Harumnya aroma maaf mulai merebak, menutup Ramadhan dengan indah, menyambut datangnya hari suci yang penuh berkah. Ya Allah Maafkan aku yang sering menyakiti saudara kami dengan dusta, prasangka dan ingkar janji. Taqabballahu Minna Wa Minkum.
= = = = = = = = = = = = = = =
Gema takbir berkumanadang menggetarkan hati “Allahu Akbar 3x Walillah irhamd” Sucikan hati bersihkan jiwa, mari kita sambut iedul fitri dengan kembali pada kusucian, “Taqabbalallahu minna wa minkum taqabal ya karim…”. Mohon maaf lahir dan batin
= = = = = = = = = = = = = = =
“Kemenangan sesungguhnya adalah perubahan sejati dalam diri kita untuk menjadi karakter dan hati yang suci” Minal Aidzin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin."
= = = = = = = = = = = = = = =
Sedamai embun di padang Sahara, sehalus nurani di tiap jiwa, seurni itu haruku yang agung, jiwa lepas dari karma kembali suci di hari nan fitri, minal aidzin wal Faizin.. ^-^
= = = = = = = = = = = = = = =
Dunia lahir karena cinta, cinta dari Yang Maha Esa. Wahai hati penuh cinta jagalah api cinta dunia dengan kata maaf sebagai perantara. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H, mohon Maaf Lahir Batin.
= = = = = = = = = = = = = = =
90% kemuliaan akhlak ada pada sikap bersedia melupakan kesalahan org lain. Dengan sgala kerendahan hati ini, mohon maafkan atas sgala khilaf. Met Idul Fitri, smoga diri kembali suci.
= = = = = = = = = = = = = = =
Hasrat manusia ingin dirinya sempurna dalam segala hal. Kesempurnaan membuat kita cenderung bertindak tidak sesuai hakikatnya sebagai manusia. Khilaf yang diperbuat adalah keniscayaan yang selalu hadir beriringan dengan cita-cita yang ingin kita realisasikan yang sesungguhnya adalah proses pembelajaran bagi kita untukmeraih kesempurnaan. Keikhlasan dan kebesaran jiwa yang diharapkan muncul dari proses tersebut maka ikhlaskan jiwamu atas semua khilafku agar lapang kujalani hidup ini.
= = = = = = = = = = = = = = =
Dalam kerendahan hati, ada ketinggian budi. Dalam kemisikinan harta, ada kekayaan jiwa. Dalam lautan dosa dan salah, ada pintu maaf. Selamat Idul Fitri 1430 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
= = = = = = = = = = = = = = =
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin
= = = = = = = = = = = = = = =
Andai jemari tak smpt berjabat,andai raga tak dpt b’tatap
Seiring beduk yg mgema,sruan takbir yg berkumandang
Kuhaturkan salam menyambut Hari raya idul fitri,jk Ada kata serta khilafku
membekas lara mhn maaf lahir batin.
SELAMAT IDUL FITRI
= = = = = = = = = = = = = = =
Satukan tangan,satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi
Di Hari kemenangan Kita padukan
Keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin
= = = = = = = = = = = = = = =

MTV bilang kalo MO minta maap g ush nunggu lebaran
Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan
Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh
Kyai blg org jujur Ga perlu malu utk minta maap
Jd krn Mrs anak nongkrong yg jujur, keren cakep Dan baek
Ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir Dan batin ..
= = = = = = = = = = = = = = =
Dia Pergi dengan bersahaja. Meninggalkan berkah & penampunan. Meninngalkan jejak pahala. Membawa mimpi surga ! SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin
= = = = = = = = = = = = = = =
Satu yang pasti dalam hidup: kita akan kembali kepada-Nya. Mumpung masih hidup Ayo sirahturahmi di hari yang fitri. SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin.
= = = = = = = = = = = = = = =
Masa aktif Hidup anda hampir berakhir, saldo dosa anda makin meningkat, di hari yang fitri ini raih kesempatan untuk meningkatkan saldo Iman. Isi ulang dengan sirahturahmi. SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin
= = = = = = = = = = = = = = =
Terselip khilaf dalam candaku. Tergores luka dalam tawaku, terbelit pilu dalam tingkahku, tersinggung rasa dalam bicaraku. Hari kemenangan telah tiba, moga segala dosa & kesalahan kita terampuni. Mari bersama kita bersihkan dihari yang fitri. SELAMAT IDULFITRI, mohon maaf lahir & batin
= = = = = = = = = = = = = = =
Takbir, tahmid, tahlil tlah berkumandang. Memecah keheningan malam, mengantar rasa syukur padaNya. Esok pagi menyambut hari yang fitri, selamat hari lebaran 1430 H taqaballahu mina wa minkum, mohon maaf lahir dan batin
= = = = = = = = = = = = = = =
Menjelang Lebaran, Sebelum Sinyal Hilang, Sebelum Operator Sibuk, Sebelum SMS pending mulu, Saya mo ngucapin . Met Idul Fitri, Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin
= = = = = = = = = = = = = = =
Tiada gembira yang menggelora, tiada senang yang mengangkasa, selain kita telah kembali pada fitrah dan ampunanNya. Taqaballahu mina wa minkum, selamat Idul Fitri 1430H, minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin
= = = = = = = = = = = = = = =





Dikirim pada 18 September 2009 di Campur

"Mengutip"

SEJARAH MANUSIA

ا alif = menyimbolkan Allah sebagai tuhan yang maha esa
ب ba = Dengan sifat maha pengasih dan maha penyayang, Allah mencitakan alam semesta, dimana hanya Allah SWT yang tidak dihinggapi rasa kantuk dan berdiri sendiri menjadi penopang atasnya.(Qs. Al. Baqarah;255).
Dalam hal ini, huruf tersebut terdiri dari sebuah mangkuk yang melambangkan sebuah alam, dan sebuah titik dibawah sebagai pertanda, , Exsistensi Allah sebagai penyangga. dan yang kita tau sebuah titik dalam besaran vector adalah tetap sebagai titik, entah bagaimanapun diperbesar berapa kali, adalah tetap sebagai titik.
ت ta = setelah itu Allah SWT menciptakan mahkluk secara berpasang-pasangan.
ث tsa = setelah keberadaan mahkluk, maka Allah berbaik hati menuntun umat manusia diatas nya (bismillahirahman arrahim)
ج jim = sebuah sunnatullah yang telah diciptakan sebagai fundament tatanan alam semesta.
ح ha = berlakunya sunnatullah diatas alam semesta
خ kha = sunnatullah yang diberikannya kekuasaan kepada manusia sebagai tuntunan dalam tugasnya sebagai wali Allah SWT di alam semesta.
د dal = bayangan kesempurnaan penciptaan alam semesta terpenuhi dengan adanya mahkluk sebagai ma�mur, hukum alam yang dikenakan kepada setiap ciptaanNya dan terakhir diangkatnya Manusia sebagai amir. (dua mangkuk yang disusun simetris)
ذ dzal = penisbahan dal ke pundak manusia (Qs. Al Ahzab-72
ر ra = sebuah rahmat sebagai manifestasi keberagaman sifat-sifat Allah SWT didalam mengatur ketetapan penyeimbang alam semesta ini. (bentuk mangkuk yang seolah tumpah)
ز za = penisbahan dza ke dalam fitrah manusia sebagaimana peniupan Ruh dikala penciptaan manusia.
س sin = Dengan seperangkat anugrah diatas, manusia mampu menjadi pemakmur bumi, sehingga dari sebuah ب tanpa titik, manusia mampu memperluasnya demi upaya kesejahteraan mahkluk-mahkluk yang lain. (adanya mangkuk baru hasil bikinan manusia dengan domain usahanya)
ش syin = dan pada akhirnya, manifestasi huruf ث sebagaimana amanah Allah SWT kepada manusia tercapai.
ص sha = kemudian perluasan-perluasan dunia yang dibikin oleh manusia itu tunduk. Dalam hal ini alam telah dapat dibikin untuk mencukupi segala kebutuhannya (ada bagian 2 mangkuk yang ditelungkupkan)
ض dla = penisbahan ص ke pundak manusia, amanat manusia sebagai amir
ط tha = dan dalam kondisi kecukupannya/kemakmurannya, Allah SWT turun untuk membimbing manusia dalam bidang yang telah ditundukkannya, sebagai taufiq supaya manusia taqwa kepada Allah SWT.
ظ dha = dengan kecakapannya, manusia mampu menerima bimbingan dari Rabb pencipta alam dengan perantaraan amir.
ع a�in = Setelah pengusahaan perluasan alam kearah horizontal, manusia mulai mencari nilai-nilai vertikal yang melalui cahaya akal budi, manusia mulai mencari tuhan sejati.
غ gha�in = tingkatan manusia dalam mencapai tingkatan perjalanan vertikal dalam mencari tuhannya; makrifat Illah
ف fa = sebuah keridhoan manusia atas segenap upaya manusia pemimpin dalam mengatur
ق qaf = suatu kondisi keridhoan manusia secara bermasyarakat atas system kemasyarakatan yang dibentuknya sendiri.
ك kaf = jadilah alam semesta yang berdiri diatas ketentuan Allah SWT dengan medium manusia didalamnya
ل lam = jadilah alam semesta yang berdiri diatas ketentuan Allah SWT
م mim = wujud faktual (tauladan Nabi Muhammad). Ketundukkan manusia pada Allah. Sehingga jadilah manusia yang berada di �atas� jalan Allah. Allah mencintainya selayaknya pendengarannya adalah pendengaran Allah, pengelihatanya adalah pengelihatan Allah, dan lisan yang dikeluarkan adalah wahyu yang di-ilhamkan.
ن nun = manusia dalam tingkatan rahmatan lil alamin
وwau = permadani ampunan yang �dipersiapkan�Allah kepada manusia.(batas al A�raf bagi manusia kecuali Nabi Muhammad SAW)
هha= Kesempurnaan manusia, sebagai perwujudan Shibghah Allah. (tanda kehidupan seimbang/ moksa:lingkaran)
צ lam alif = alam semesta dan ِِِeksistensi Allah bersatu.
ء hamza�h = manusia mengenakan mahkota khalifatullah, kemuliaan independent manusia. Menjadi Rasulullah/ utusan Allah (tapi bukan nabi karena, Nabi Muhammad adalah Yang terakhir)

ى ya = alam semesta menjadi lebih bermakna dengan huruf hamzah
ي ya = �bersama Allah�, manusia menjadi penopang alam semesta. Dalam menjaga.


Inspirasi dari
01.Menarik ragam inti (Ali bin abi thalib ) : al Qur’an – al fatihah – dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang – huruf ba� ب – dan akhirnya sebuah titik yang menopang mangkuk diatasnya. Alam semesta
02.Atmonadi; Otentifikasi al Qur’an : perspektif dalam mengurai suatu ayat.yakni
- huruf/kata/makna (bahasa),
- numerik (bilangan)-matematik (bilangan), dan
- simbolis geometrik, baik individual maupun dari huruf dan bilangan
Klo buku tersebut ngebahas tentang constrain al Qur’an, maka dengan restrukturisasi menjadi ulasan diatas.
03. huruf alif, ba dan ya dengan dua titik dibawahnya, ada apa?.
04. surat al fatehah.


Dan berikut tesis lengkapnya. Dan dibagi ,menjadi tiga arus besar.

Cara membacanya,
Baca ayat-ayat pertama dari tiap surat, sebagimana kombinasi “huruf-huruf”, Haa miim, alif laam miim, yaa siin, dsb. Dan liat pada tafsir huruf Arab diatas. Kemudian cari kesimpulan dibalik ayat-ayat pertama tersebut.

Wallahualam.

Dikirim pada 30 Agustus 2009 di Info


andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu siangnya engkau sibuk berzikir
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu..merayu...kepada-NYA Tuhan yang satu
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu solatmu kau kerjakan di awal waktu
sholat yang dikerjakan...sungguh khusyuk lagi tawadhu
tubuh dan qalbu...bersatu memperhamba diri
menghadap Rabbul Jalil... menangisi kecurangan janji
"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil alamin"
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]
(Embedded image moved to file: pic19169.gif)

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan Al-Quran bakal kau dendang...bakal kau syairkan

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu malammu engkau sibukkan dengan
bertarawih...berqiamullail...bertahajjud...
mengadu...merintih...meminta belas kasih
"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU
tapi...aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan
kita buru...kita cari...suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir
mempersiap diri...rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan ...lorong-lorong ridha Ar-Rahman

Duhai Ilahi....
andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah ia Ramadhan paling bererti...paling berseri...
menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju redha serta kasih sayangMu Ya Ilahi
semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti

Namun teman...
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya
yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah
berusaha...bersedia...meminta belas-NYA

andai benar ini Ramadhan terakhir buat kita
MAAFKAN SEMUA KESALAHAN YANG PERNAH AKU LAKUKAN
"MARHABAN YAA RAMADHAN "

*"Maut datang menjemput tak pernah bersahut,
Malaikat datang menuntut untuk merenggut,
Manusia tak kuasa untuk berkata-kata,
Allah Maha Kuasa atas syurga dan Neraka,
Terimalah habuanmu seadanya.."

Dikirim pada 21 Agustus 2009 di Puisi

Mata kadang salah melihat....
Mulut kadang salah berucap....
Hati kadang salah menduga.....
Maafkan segala kekhilafan yang pasti ada....

Dikirim pada 21 Agustus 2009 di Campur



Seorang penyair berkata:
Setiap kejadian berawal dari pandangan
dan api yang besar itu berasal dari percikan bunga api yang dianggap kecil
Berapa banyak pandangan mata itu
mencapai kehati pemiliknya
seperti busur dan tali busurnya
Selama seseorang hamba membolak-balikkan
pandangannya menatap manusia,
dia berdiri di atas bahaya
pandangan adalah kesenangan yang membinasakan,
hunjaman yang memudharatkan.”
(Ad-Da’u wad Dawa’, hal. 234).



Setiap manusia, ikhwan akhwat ataupun manusia biasa, pasti akan mengalami tiga jenis ujian dalam hidupnya. Meski kadarnya berbeda – beda bagi setiap orang. Lawan jenis, harta dunia dan status sosial. Ketiga jenis ujian inilah yang akan menjadi siklus tetap ujian bagi manusia. Sampai kapan ia akan terlepas dari ujian ini ? jawabnya adalah tatkala manusia itu telah menghembusan nafas terakhirnya.

Saat syetan sudah mulai putus asa, untuk menggoda para ikhwan atau akhwat bermaksiat secara terang – terangan. Nampaknya ujian jenis pertama inilah yang menjadi “momok” tersendiri bagi para aktivis dakwah yang masih berstatus mahasiswa. Bagaimana tidak ? interaksi yang begitu intens, pertemuan yang begitu sering, meski berlabel agenda dakwah tertentu, terkadang menjadi celah tersendiri bagi syetan untuk menggodanya dengan cara yang lain.

Belum lagi dengan kegiatan – kegiatan yang melibatkan interaksi dengan lawan jenis diluar kegatan – kegiatan berlabel dakwah. Rapat himpunan, rapat BEM, sampai pada mengerjakan tugas kelompok yang menjadi makanan sehari – hari bagi sebagaian mahasiswa pada prodi tertentu. Tentu berkikhtilat, bercampur baur, dengan lawan jenis adalah sesuatu yang tidak mungkin untuk dihindari. Meskipun untuk hal yang terakhir, pendidikan, sebagaian ulama memafhumkan hal tersebut.

Fenomena – fenomena semacam inilah yang kemudian mengharuskan ana, antum, dan semua yang mengaku sebagai pengemban risalah Allah yang teguh memegang prinsip agama untuk memahami suatu ilmu tentang fiqh ikhtilat. Pengetahuan yang mendalam tentang hukum – hokum berinteraksi dengan lawan jenis sesuai dengan ajaran dien ini. Hal ini penting untuk difahami, agar kita tidak menjadi ragu – ragu dalam berinteraksi atau bahkan salah dalam menempatkan diri dalam sebuah keadaan.

Demikian juga dengan ikhtilat, seiring perkembangan zaman, ikhtilat maupun khalwat tak lagi mengharuskan dua fisik bertemu dalam satu lokasi. Cukuplah kiranya sms – sms kita kepada lawan jenis bukan mahram yang bisa membuat hati gelisah itu termasuk dalam kategori ikhtilat. Atau telfon – telfon berlebihan, chat – chat yang tiada guna dan tujuan, pun bisa dikategorikan dalam ikhtilat gaya baru.

Kebanyakan, hasil – hasil dari ikhtilat adalah timbulnya perasaan “deg – deg ser” kepada lawan jenis tersebut. Dalam bahasa lain dapat diterjemahkan menjadi, cinta, tresno atau apalah lain sejenisnya. Bagi kalangan aktivis perasaan cinta sebelum nikah banyak disebut dengan Virus Merah Jambu. Padahal warna merah jambu adalah warna yang indah dan cerah. Menurut ana kurang tepat jika virus yang bisa merusak ini disebut dengan Virus Merah Jambu. Ana menyebutnya sebagai Virus Panah Iblis karena virus ini lebih sering muncul karena pandangan yang tidak terjaga. Dalam sebuah hadits qudsi:

"Pandangan mata adalah panah beracun dari antara panah-panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya." (HR. Al Hakim).

Berikut ini adalah pelanggaran-pelanggaran yang masih sering terjadi:

1. Pulang Berdua
Usai rapat acara rohis, karena pulang ke arah yang sama maka akhwat pulang bersama di mobil ikhwan. Berdua saja. Dan musik yang diputar masih lagu dari Peterpan pula ataupun lagu-lagu cinta lainnya.

2. Rapat Berhadap-Hadapan

Rapat dengan posisi berhadap-hadapan seperti ini sangatlah ‘cair’ dan rentan akan timbulnya ikhtilath. Alangkah baiknya – bila belum mampu menggunakan hijab – dibuat jarak yang cukup antara ikhwan dan akhwat.

3. Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar)

Bukankah ada pepatah yang mengatakan, “Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati”. Maka jangan kita ikuti seruan yang mengatakan, “Ah, tidak perlu gadhul bashar, yang penting kan jaga hati!” Namun, tentu aplikasinya tidak harus dengan cara selalu menunduk ke tanah sampai-sampai menabrak dinding. Mungkin dapat disiasati dengan melihat ujung-ujung jilbab atau mata semu/samping.

4. Duduk/ Jalan Berduaan

Duduk berdua di taman kampus untuk berdiskusi Islam (mungkin). Namun apapun alasannya, bukankah masyarakat kampus tidak ambil pusing dengan apa yang sedang didiskusikan karena yang terlihat di mata mereka adalah aktivis berduaan, titik. Maka menutup pintu fitnah ini adalah langkah terbaik kita.

5. “Men-tek” Untuk Menikah

“Bagaimana, ukh? Tapi nikahnya tiga tahun lagi. Habis, ana takut antum diambil orang.” Sang ikhwan belum lulus kuliah sehingga ‘men-tek’ seorang akhwat untuk menikah karena takut kehilangan, padahal tak jelas juga kapan akan menikahnya. Hal ini sangatlah riskan.

6. Telpon Tidak Urgen

Menelfon dan mengobrol tak tentu arah, yang tak ada nilai urgensinya.

7. SMS Tidak Urgen

Saling berdialog via SMS mengenai hal-hal yang tak ada kaitannya dengan
da’wah, sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya.

8. Berbicara Mendayu-Dayu

“Deuu si akhiii, antum bisa aja deh?..” ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil dan terdengar sedikit manja.

9. Bahasa Yang Akrab

Via SMS, via kertas, via fax, via email ataupun via YM. Message yang disampaikan begitu akrabnya, “Oke deh Pak fulan, nyang penting rapatnya lancar khaaan. Kalau begitchu.., ngga usah ditunda lagi yah, otre deh Senyum manis.” Meskipun sudah sering beraktivitas bersama, namun ikhwan-akhwat tetaplah bukan sepasang suami isteri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya. Walau ini hanya bahasa tulisan, namun dapat membekas di hati si penerima ataupun si pengirim sendiri.

10. Curhat

“Duh, bagaimana ya?., ane bingung nih, banyak masalah begini ? dan begitu, akh?.” Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan, lalu ikatan hati, kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa menganggu tribulasi da’wah. Apatah lagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya dengan da’wah.

11. Yahoo Messenger/Chatting Yang Tidak Urgen


YM termasuk fasilitas. Tidaklah berdosa bila ingin menyampaikan hal-hal penting di sini. Namun menjadi bermasalah bila topik pembicaraan melebar kemana-mana dan tidak fokus pada da’wah karena khalwat virtual bisa saja terjadi.

12. Bercanda ikhwan-akhwat

“Biasa aza lagi, ukhtiii? hehehehe,” ujar seorang ikhwan sambil tertawa. Bahkan mungkin karena terlalu banyak syetan di sekeliling, sang akhwat hampir saja mencubit lengan sang ikhwan.

Pelanggaran di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang mendekati zina karena jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mengarah pada zina yang sesungguhnya, na’udzubillah.
Maka, bersama-sama kita saling menjaga pergaulan ikhwan-akhwat. Wahai akhwat?., jagalah para ikhwan. Dan wahai ikhwan?., jagalah para akhwat. Jagalah agar tidak terjerumus ke dalam kategori mendekati zina.

Lalu bagaimana jika ikhtilat tidak bisa dihindari lagi ? Cara yang paling umum adalah beramal dengan ikhlas, gadhul bashar, puasa, hijab fisik dan jaga hati. Namun, jika itu semua belum juga bisa menundukan pandangan dan membuat hati tenang, maka solusi ini mungkin perlu dicoba, Nikah. Nikah akan mengalihkan pikiran dari pengharapan-pengharapan yang tidak perlu. Pengharapan yang selama ini menghantui telah berwujud menjadi bidadari yang setia menanti di rumah sendiri. Kalaupun ada godaan syetan di tengah jalan, ya, tinggal pulang saja. Di rumah ada yang halal kok.

Seperti yang ana ungkapkan di awal bahwa cinta sejati yang hakiki hanya akan terwujud jika telah melewati gerbang pernikahan ini. Jika belum melewatinya, ana masih menganggapnya syubhat. Sementara syubhat dan snafsu hanya bisa dihalalkan lewat jalur pernikahan.

“Ya Rabbi?, istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. Jangan sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kami di jalan-Mu, yang jika saja Engkau tak tampakkan kesalahan-kesalahan itu pada kami sekarang, niscaya kami tak menyadari kesalahan itu selamanya.

Ampunilah kami ya Allah…. Tolonglah kami membersihkannya hingga dapat bercahaya kembali cermin hati kami. Kabulkanlah ya Allah…. “
Amin....

Dikirim pada 28 Juli 2009 di Taujih Ruhiyah


"Kutipan"
(bersatu Kita Teguh)
Perkembangan kelompok, jamaah dan harakah-harakah di tubuh umat Islam adalah sesuatu yang menggembirakan. Tapi awas bahaya sikap bangga diri
”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” [Ali Imran: 103]
Tak dapat dipungkiri bahwa kaum Muslimin saat ini terdistribusi dalam beberapa kelompok, jamaah, dan harakah. Di dalam suatu wilayah yang tidak terlalu luas di suatu kota, misalnya, kita dapati berbagai ragam harakah yang masing-masing memiliki pengikut setianya sendiri. Kenyataan ini seharusnya kita sikapi secara bijak dengan menerima apa adanya.
Realitas Lumrah
Kita tidak perlu risau, gelisah, atau salah tingkah menghadapi realitas tersebut, karena Islam sendiri tidak menghalangi ummatnya untuk membentuk suatu perserikatan, kumpulan, atau jamaah, karena ini merupakan sunatullah. Firman Allah:
”Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang mengetahui.” [Ar-Rum: 22]
Selain itu, di zaman Rasulullah sendiri sudah terjadi pengelompokan identitas, yaitu Muhajirin dan Anshar. Padahal, jumlah ummat Islam pada waktu itu masih sangat sedikit. Terhadap realitas ini Rasulullah sendiri tidak risau. Beliau justru memanfaatkannya untuk melakukan konsolidasi.
Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa suatu ketika, selesai dari satu peperangan Rasulullah membagi-bagikan harta rampasan yang jumlahnya melimpah kepada pasukan Islam. Dengan maksud menguatkan iman orang-orang muallaf dari Makkah, beliau sengaja memberi bagian yang lebih banyak kepada mereka.
Distribusi yang dianggap tidak merata itu kemudian menjadi pergunjingan di kalangan kaum Anshar yang merasa mendapatkan bagian lebih sedikit. Mereka bahkan hampir menuduh Nabi tidak adil, karena dinilai lebih memprioritaskan kaumnya. Menanggapi isu tersebut, Rasulullah bersikap arif. Beliau berkata: ”Apakah kalian tidak rela mereka pulang membawa harta rampasan, sedang kalian pulang dengan membawa Utusan Allah?” Mendengar ucapan itu, mereka semua menangis.
Apakah setelah kejadian itu Rasulullah segera meniadakan sama sekali identitas kedua kelompok tersebut? Tidak. Kaum Muhajirin adalah aset tak ternilai. Demikian juga kaum Anshar. Berdirinya kelompok-kelompok dalam tubuh kaum Muslimin adalah realitas, bahkan eksistensinya diakui oleh Al-Quran. Firman Allah:
”Dan orang yang menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka.” [Al-Hasyr: 9]
Racun Ashabiyah
Pengelompokan di tubuh kaum Muslimin itu bermasalah jika antara yang satu dengan yang lain mulai timbul sikap bangga diri atau kelompok sekaligus merendahkan kelompok, jamaah, atau harakah lainnya (Ashabiyah). Kebanggaan kolektif ini lebih sulit penanggulangannya dibandingkan dengan kebanggaan pribadi. Akibat yang ditimbulkannya juga jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan kebanggaan individual. Itulah sebabnya Rasulullah SAW melarang sikap-sikap tersebut dengan sabda beliau:
”Hendaklah orang-orang meninggalkan kebanggaan terhadap nenek moyang mereka yang telah menjadi batu bara di neraka Jahannam atau (jika tidak) mereka akan menjadi lebih hina di sisi Allah dari kumbang yang hidungnya mengeluarkan kotoran.” (Riwayat Abu Dawud, Turmidzi dan Ibnu Hibban. Turmidzi menghasankan hadits ini).
”Cukuplah seseorang dinilai telah berbuat kejahatan bila ia merendahkan saudaranya sesama Muslim.” [Riwayat Muslim].
Kebanggaan golongan sekaligus merendahkan golongan lain bisa berakibat fatal, yakni menimbulkan sikap ekslusif, menutup diri. Akibatnya tidak bisa mengambil pelajaran dan menerima kebenaran dari pihak lain karena terhalangi oleh sikap gengsi. Akibatnya berikutnya, jamaah seperti ini cepat atau lambat akan mengalami stagnasi, pelan-pelan mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran, dan akhirnya mati. Padahal jika seandainya mereka bersikap tawadhu, mereka bisa belajar dari jamaah yang lain. Kekuarangannya bisa ditutupi sedang kelebihannya semakin disempurnakan. Umur jamaah seperti ini bisa jauh lebih panjang.
Kesombongan kolegial juga berdampak pada ketiadaan kerjasama dan saling menyayangi antar jamaah, padahal musuh mereka sama. Ketika musuh sudah bersatu, justru antar jamaah Muslim saling berseteru. Jika ada satu harakah yang maju, yang lain mundur tidak membantu. Lebih parah lagi, ketika harakah tersebut mengalami kekalahan justru disoraki. Inilah penyakit kaum Muslimin yang umurnya sudah berabad-abad, yang hingga kini belum terobati. Sesekali sembuh, tapi lebih sering kambuh. Kalau sudah begitu, jangan harap musuh yang ada di depan mata seperti Israel sekarang ini sangat sulit dikalahkan.
Padahal Allah menorehkan sejarah emas bagi kelompok Muhajirin dan Anshar karena mereka saling berkasih sayang, saling membantu, dan bekerjasama. Mereka hidup bersama dan berperang menghadapi musuh secara bersama. Ketika menghadapi kesulitan mereka solid, ketika lapang mereka saling berbagi. Terus terang, kita merindukan kembalinya jamaah-jamaah seperti itu.
Saling Menguatkan, Bukan Melemahkan
Kita tidak keberatan jika di negeri ini ada sepuluh partai Islam, seratus harakah Islam atau seribu ormas Islam sekalipun, asal di antara mereka terjadi silaturahim, sinergi, dan kolaborasi. Akan tetapi jika di antara mereka saling membanggakan diri, dua partai Islam saja sudah menyesakkan hati, tiga harakah saja sudah menyusahkan, dan lima ormas Islam saja sudah meresahkan. Kelompok, golongan, jamaah atau harakah seperti itu tidak menguatkan, malah menjadi sumber kelemahan dan kekalahan. Allah telah mengingatkan:
”Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya serta janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al-Anfal: 45-46]
Sangat disayangkan, banyak di antara anggota jamaah yang kerjanya hanya mencari-cari kelemahan dan kekurangan jamaah yang lain, kemudian menyebarluaskannya. Budaya seperti ini sungguh sangat memprihatinkan kita. Apalagi jika sikap seperti itu kemudian dibenarkan oleh para elit jamaah, maka akan semakin lengkaplah penderitaan kaum Muslimin.
Lebih parah lagi, jika di antara mereka terjadi saling mengkafirkan. Tuduhan sebagai ahli bid’ah, ahli syirik, dan kelompok munafik menjadikan kelompok-kelompok dalam Islam bukan saja lemah posisinya, tapi menghancurkan diri mereka sendiri. Sehingga untuk mengalahkan kaum Muslimin, kaum kafir tidak perlu dengan berperang lagi, karena di antara kita sendiri sudah saling membunuh. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW dengan tegas bersabda:
”Apabila berhadapan dua orang Muslim dengan pedangnya masing-masing, maka baik yang membunuh maupun yang terbunuh masuk neraka.” Seorang Sahabat bertanya: ”Wahai Rasulullah, itu layak bagi yang membunuh, tetapi bagaimana dengan yang terbunuh?” Beliau menjawab: ”Sesungguhnya dia (yang terbunuh) juga berkehendak membunuh Sahabatnya itu.” [Riwayat Muslim]
Biang Ashabiyah
Biang keladi dari penyakit kronis ashabiyah yang diderita jamaah-jamaah adalah sikap hasud, iri, atau dengki. Di antara jamaah -jamaah Islam ada yang merasa sedih jika jamaah lain mempunyai kelebihan sebagai anugerah dari Allah, sementara mereka merasa gembira manakala jamaah itu mendapat kesusahan atau ujian. Perasaan seperti itu kadang disembunyikan, tapi tak jarang pula dinampakkan. Sungguh ironis, bukankah tujuan kita berjamaah justru untuk saling menguatkan, tapi mengapa kita melemahkan jamaah kita dengan berhasud ria terhadap jamaah lain? Bukankah Allah telah berfirman:
”Apakah mereka dengki kepada manusia atas anugerah Allah yang diberikan kepadanya?” [QS. An-Nisaa: 54]
Sangat disayangkan, kita yang sudah ditarbiyah dan tercerahkan, malah menjadi pendengki. Renungkanlah sabda Nabi berikut ini: ”Takutlah kamu sekalian pada sifat dengki, karena dengki itu akan memakan amalan-amalan yang baik sebagaimana api memakan kayu bakar. Atau beliau bersabda: (memakan) rumput kering.” (Riwayat Bukhari dan Muslim). Wallahu a’lam bishshawab.
[Hami Thohari. Tulisan ini pernah dimuat Majalah Hidayatullah, edisi 5, September 2006]

Dikirim pada 23 Juni 2009 di Taujih Ruhiyah
Awal « 1 2 » Akhir


connect with ABATASA