0
Dikirim pada 14 Agustus 2010 di Mentoring dan Tarbiyah

 Nikmat Iman & Islam 1

NIKMAT IMAN & ISLAM
 

Pertemuan 1
_____________________________

J   Perkenalan (ta’aruf)
J   Kisah Islamnya Salman Al Farisi
————————————————————————-


Assalamu’alaikum Wr. Wb!!
 

Adik-adik sekalian yang kakak cintai karena Allah, Alhamdulillah. Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memudahkan kita untuk bertemu di dalam majelis atau pertemuan kita yang mulia ini. Adik-adik, majelis ini insya Allah akan menjadi tempat bagi kita semua untuk saling mengingatkan akan kebesaran Allah ’Azza wa Jalla. Mudah-mudahan keimanan kita kepada-Nya pun menjadi semakin mantap dan yakin. Insya Allah!!  

 

 

Shalawat dan salam kita tujukan kepada nabi kita Rasulullah Muhammad SAW. Juga tidak lupa kepada keluarga dan para shahabat beliau yang senantiasa menjaga dengan teguh keimanan dan keislamannya hingga akhir hayat mereka.  

 

   

Kisah Salman Al Farisi

  Adik-adik sekalian, ada yang pernah mendengar nama Salman Al Farisi? Ada yang bernama Salman di antara adik-adik? Atau mungkin temannya?  
 

Yang kakak maksud di sini adalah Salman Al Farisi yang merupakan shahabat Rasulullah Muhammad SAW. Nah, coba ada yang tahu nggak, siapa lagi shahabat Rasul yang selain Salman? Coba sebutkan!  

 

   

Berita Kenabian

 

Adik-adik, sebelum masuk Islam, Salman Al Farisi beragama Nashrani (Kristen, pen). Ia berguru kepada seorang pendeta di sebuah gereja. Pendeta tersebut sering menyampaikan kepada Salman tentang kabar akan munculnya nabi terakhir yang diutus Allah.  

 

Dari mana sih pendeta itu tahu? Tentu saja dari kitab suci yang ia baca dan kaji, yaitu injil. Namun sayang, sekarang kita tidak akan menemukan lagi tulisan tersebut. Mengapa? Karena kitab tersebut telah diubah-ubah senaknya oleh orang-orang yang mengingkari kenabian nabi Muhammad SAW dan mengingkari sebagian dari hukum-hukum Allah. Mereka mengurang-ngurangi dan menambah-nambahi kitab mereka dengan seenaknya. Maka sudah tidak ada lagi kitab mereka yang asli hingga sekarang. Amat buruklah apa yang telah mereka lakukan.  

 

Nah, kita kembali lagi ke Salman. Pada akhirnya, guru ngajinya Salman … eh … pendeta gurunya Salman meninggal dunia. Tapi, ia sempat berpesan pada Salman bahwa ia telah mendapat kabar munculnya nabi yang selama ini ditunggu-tunggu di jazirah Arab. Tepatnya di daerah yang di sana terdapat rumah Allah (Baitullah). Ayo, di manakah itu, adik-adik?  

   

Pengembaraan Salman

 

Mulailah Salman mengembara menuju ke Mekkah. Namun sayang adik-adik, begitu tiba di Mekkah ternyata orang yang dicari Salman (yaitu Muhammad, pen) telah hijrah ke Yatsrib/Madinah. Udah mengembara jauh-jauh, eh nggak ketemu lagi!! Adik-adik, ternyata … jarak antara Mekkah ke Madinah itu seperti antara Jakarta ke Semarang!!! Subhanallah, coba ada yang tahu … berapa ratus kilometer? Padahal pada jaman itu belum ada bis atau angkot, apalagi kereta Argobromo dan pesawat terbang. Yang ada cuma onta! Sedangkan Salman tidak punya onta. Nah, apakah Salman malah jadi gondok? Lalu akhirnya menyerah? Tentu tidak …!! Salman terus melanjutkan perjalanan ke kota Madinah.  

 

 

Setibanya di Madinah (fiuuh…, akhirnya!), Salman kemudian melakukan pengamatan terhadap nabi tersebut, yang ternyata bernama Muhammad. Tentu saja Salman nggak langsung percaya. Mengapa? Menurut kitab yang dibacanya, nabi tersebut memiliki dua ciri-ciri. Apakah itu? Adik-adik, … ada yang tahu? Mulailah salman bermain detektif-detektifan.  

 

   

Masuk Islamnya Salman

  Ciri pertama! Nabi itu tidak menerima sedekah, tetapi menerima hadiah. Salman menyaksikan bahwa suatu hari Muhammad dikirimi semangkuk besar susu kambing oleh tetangganya. Tetangga tersebut berkata bahwa ini adalah sedekah. Kemudian Muhammad memanggil orang-orang miskin yang ada di dekat rumahnya untuk minum susu itu bersama-sama. Tetapi, Muhammad tidak ikut minum!! Esoknya, ada seorang tetangga lagi yang mengirim semangkuk besar susu. Tetangga itu berkata bahwa ini adalah hadiah. Maka sekali lagi Muhammad memanggil orang-orang miskin tersebut untuk minum bersama. Kali ini, Muhammad ikut minum! Nah, ciri pertama ada pada nabi tersebut.  
 

Ciri kedua! Nabi itu memiliki bulatan merah sebesar apel di punggungnya. Nah lho! Salman bingung! Gimana caranya bisa tahu? Padahal, Muhammad kan selalu pakai baju. Mau ngintip? Enak aja, … gengsi dong! Akhirnya pada suatu hari ada penduduk yang meninggal dunia. Muhammad memimpin acara penguburan jenazah. Saat penggalian tanah, Muhammad ikut serta menggali tanah bersama sahabatnya yang lain. Mata Salman tidak henti-hentinya melihat ke arah punggung Muhammad. Sampai akhirnya, Muhammad agak menurunkan bajunya sehingga punggungnya terlihat. Dan, Salman dengan mata yang berbinar-binar melihat adanya bulatan merah sebesar apel di punggung Muhammad!!! Mata Salman bercucuran air mata dan serta merta memeluk Rasulullah dari belakang dengan sangat gembiranya. Maka Salman pun bersyahadah di hadapan Rasulullah SAW dan disaksikan sahabat-sahabat yang lain saat itu juga. Subhanallah!! Salman sekarang masuk dalam barisan kaum muslimin.  

   

Pelajaran Bagi Kita

 

Adik-adik sekalian, Salman adalah seorang hamba Allah yang dengan gigihnya mencari kebenaran. Sampai akhirnya, ia mendapatkan Islam sebagai agamanya. Ia harus berusaha mencari Islam dengan cara yang tidak mudah. Padahal, adik-adkku sekalian, agama yang ia cari adalah Islam yang merupakan agama yang kita anut saat ini. Alhamdulillah!! Kita patut bersyukur kepada Allah akan nikmat keimanan dan keislaman yang kita miliki saat ini. Padahal tidak semua orang seperti kita.  

 

Nah adik-adik, Salman tetap memegang teguh keislamannya hingga akhir hayatnya. Ia ikut bersama Rasulullah SAW dan shahabat-shahabat yang lain dalam setiap perjuangan membela dan menegakkan agama Allah.  

 

Adik-adik, kita pun sama. Kita akan tetap menjaga keimanan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Kita tidak akan pernah rela melepaskan keislaman kita. Karena hanya dengan bekal inilah kita dapat berjumpa dengan Allah SWT dan mendapatkan ridha-Nya berupa kenikmatan surga yang abadi.  

 

Allah berfirman : "dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih mereka adalah penghuni surga. Mereka hidup kekal di dalamnya." (QS 2 Al Baqarah : 82)  

  Insya Allah bahasan kita tentang nikmat iman dan islam akan kita lanjutkan di pertemuan selanjutnya.  
   
 
 
  Wallahu a’lam bishawab.  
  Wassalamu’alaikum Wr. Wb


Dikirim pada 14 Agustus 2010 di Mentoring dan Tarbiyah
comments powered by Disqus


connect with ABATASA